Danau Reschen: Mengapa Sebuah Desa Berada di Bawah Air

Dipublikasikan: 17 Agu 2026
โ€ข
Diperbarui: 23 Agu 2026
Danau Reschen: Mengapa Sebuah Desa Berada di Bawah Air

Menara lonceng abad pertengahan menjulang dari Danau Reschen, tetapi kisah di bawahnya bukanlah sebuah legenda. Pada tahun 1950, waduk hidroelektrik menenggelamkan desa tua Graun dan memaksa sekitar 150 keluarga mengungsi.

Dari permukaan Danau Reschen di dataran tinggi perbatasan Tyrol Selatan menjulang sebuah anomali arsitektur: menara lonceng Romanesque abad ke-14. Dikelilingi oleh perairan pegunungan Alpen yang membeku, struktur ini sering difoto sebagai monumen yang mustahil dan terisolasi. Di bawah garis air tersebut tersimpan sejarah tentang ekspansi pembangkit listrik tenaga air, politik era Fasis, dan penggusuran paksa.

Danau Alami yang Sudah Ada Sebelumnya

Danau yang terlihat oleh pengunjung saat ini merupakan waduk hidroelektrik yang terbentuk setelah permukaan danau-danau alami di kawasan itu dibendung dan dinaikkan secara drastis. Sebelum pertengahan abad ke-20, kawasan Reschen Pass merupakan rumah bagi dua danau alami yang lebih kecilโ€”Reschensee dan Grauner See (Mittersee). Lembah di sekitarnya dihuni oleh komunitas agraris, terutama desa berbahasa Jerman bernama Graun. Graun menanggung kehilangan yang paling nyata, meskipun beberapa bagian dari desa tetangganya, Reschen, juga ikut terdampak.

Dari Lima Meter Menjadi Dua Puluh Dua Meter

Proyek hidroelektrik untuk wilayah ini sebenarnya telah diusulkan sejak era Austro-Hungaria, yang awalnya hanya merencanakan kenaikan permukaan air sebesar lima meter. Namun, pada tahun 1939, di bawah rezim Fasis Benito Mussolini, perusahaan energi Montecatini menerima persetujuan untuk proyek yang jauh lebih besar. Tahun berikutnya, sebuah pengumuman yang menyatakan kenaikan tingkat air setinggi 22 meter pun dipasang.

Pengumuman resmi proyek dipasang hanya dalam bahasa Italia, yang tidak dipahami oleh banyak penduduk Graun yang mayoritas berbahasa Jerman. Akibatnya, tidak ada keberatan formal yang tercatat selama masa pengajuan yang tersedia.

Desa yang Tak Mampu Menghentikan Bendungan

Pecahnya Perang Dunia II sempat menghentikan konstruksi, membuat penduduk percaya bahwa proyek tersebut telah dibatalkan. Namun, pada tahun 1947, Montecatini mengumumkan bahwa pembangunan akan dilanjutkan. Menyadari ancaman nyata terhadap rumah mereka, warga mulai melakukan protes. Protes mereka sampai ke Roma, dan pastor paroki setempat, Alfred Rieper, bahkan pergi ke Vatikan untuk memohon bantuan kepada Paus Pius XII. Namun, bahkan seruan kepada Paus Pius XII pun gagal menghentikan proyek tersebut.

Penenggelaman Graun

Menjelang tahun 1949โ€“1950, waduk mulai diisi air dan Graun tua secara bertahap dihancurkan serta ditenggelamkan. Seiring dengan naiknya air waduk, Montecatini menghancurkan bangunan-bangunan satu per satu sejalan dengan majunya air ke dalam Graun tua. Pada musim panas tahun 1950, sekitar 677 hektar lahan pertanian telah terendam.

Sekitar 150 keluarga kehilangan tempat tinggal akibat proyek waduk tersebut. Ganti rugi yang diberikan secara luas dianggap sangat tidak memadai; uang kompensasi sebagian besar tidak cukup untuk membangun kembali mata pencaharian yang setara. Akibatnya, sekitar separuh dari keluarga yang terdampak terpaksa beremigrasi, sementara banyak dari mereka yang bertahan awalnya hanya ditempatkan di barak-barak sementara yang dibangun tergesa-gesa di lereng gunung. Theresia Theiner, yang berusia 18 tahun saat Graun lenyap, kemudian mengenang bahwa keluarganya hanya memiliki waktu satu minggu untuk memuat barang-barang mereka ke atas truk saat air mulai naik.

Mengapa Menara Lonceng Selamat

Menara lonceng Gereja Santa Katarina dari abad ke-14 adalah satu-satunya struktur yang tersisa dari desa aslinya. Satu catatan resmi dari Tyrol Selatan menyebutkan bahwa menara tersebut selamat dari dua kali percobaan peledakan sebelum akhirnya dipertahankan. Menara itu kemudian ditetapkan sebagai monumen bersejarah yang dilindungi dan dibiarkan berdiri tegak saat air mulai naik mengelilinginya.

Legenda Lonceng di Bawah Danau

Pada musim dingin yang sangat dingin, danau ini dapat membeku padat, dan pengunjung kadang-kadang diizinkan untuk berjalan kaki menuju menara tersebut. Cerita rakyat setempat sering mengklaim bahwa pada saat badai musim dingin yang parah, bunyi lonceng gereja masih dapat didengar dari kedalaman danau. Legenda ini tidak dapat diartikan secara harfiah: lonceng-lonceng tersebut sudah diturunkan sebelum penenggelaman. Namun, kisah tentang lonceng itu tetap bertahan jauh setelah lonceng itu sendiri lenyap.

Dari Tragedi Menjadi Ikon Wisata

Saat ini, bagian bawah susunan batu menara memperlihatkan batas air gelap dari tingkat waduk yang berfluktuasi, yang terus-menerus didikte oleh permintaan energi wilayah tersebut. Pengunjung yang ingin mengetahui sejarah di balik foto menara ini dapat mengunjungi Museum Lembah Vinschgau Atas di Curon modern, yang mendokumentasikan kehancuran desa-desa tua tersebut secara mendalam. Desa Graun yang tenggelam kini berada dalam ketegangan antara sejarah traumatisnya dan status modernnya sebagai salah satu lanskap paling banyak difoto di Tyrol Selatan.

Artikel ini adalah publikasi orisinal dari StrangeItinerary.com.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bisakah Anda masuk ke dalam menara lonceng yang tenggelam?

Tidak. Menara lonceng hanya dapat dilihat dari luar. Akses di sekitar menara bergantung pada ketinggian air waduk, kondisi es, dan peraturan keselamatan lokal saat itu. Jangan pernah berjalan di atas es hanya berdasarkan tampilannya saja; selalu ikuti panduan keselamatan lokal terbaru.

Mengapa menara lonceng tersebut masih berdiri tegak?

Catatan resmi regional menyebutkan bahwa menara abad ke-14 ini berhasil bertahan dari dua kali percobaan peledakan pada tahun 1950. Struktur ini kemudian ditetapkan sebagai monumen bersejarah yang dilindungi.

Apa yang terjadi dengan penduduk Graun?

Sekitar 150 keluarga kehilangan tempat tinggal. Uang kompensasi dinilai sangat tidak memadai; sekitar separuh dari keluarga yang terdampak terpaksa beremigrasi, sementara beberapa penduduk Graun awalnya hanya ditempatkan di barak-barak sementara.

Jelajahi