Plastinarium: Laboratorium Pengawetan Tubuh Manusia

Dipublikasikan: 15 Agu 2026
•
Diperbarui: 20 Agu 2026
Plastinarium: Laboratorium Pengawetan Tubuh Manusia

Jelajahi Plastinarium di Guben, fasilitas nyata tempat ahli anatomi mengawetkan sisa-sisa manusia menjadi model anatomis permanen.

Di kota perbatasan Guben, sebuah bekas pabrik kain abad ke-19 kini menjadi tempat berlangsungnya proses yang tidak biasa: pengawetan tubuh manusia melalui plastinasi. Plastinarium merupakan fasilitas tempat proses plastinasi dilakukan sekaligus ruang pameran yang memperlihatkan teknik di balik spesimen tersebut.

Di ruang persiapan, proses plastinasi dilakukan melalui serangkaian tahapan kimia. Teknik yang dikembangkan Gunther von Hagens pada 1977 ini menggantikan air dan lemak dalam jaringan tubuh dengan polimer sintetis.

Proses plastinasi membutuhkan waktu dan pekerjaan manual yang sangat besar. Air dan lemak larut dari spesimen biologis diekstraksi dalam rendaman aseton bersuhu di bawah nol derajat dan kemudian diganti dengan polimer cair reaktif, seperti karet silikon, epoksi, atau poliester. Proses ini mengeraskan jaringan, menjadikan spesimen tersebut awet, kering, dan tidak berbau.

Dari Tubuh Menjadi Spesimen Anatomi

Plastinarium memberikan pengunjung wawasan ke dalam ruang kerja aktif tempat para teknisi melakukan pembedahan, memisahkan serat otot dari tulang.

Menurut Institut Plastinasi, mempersiapkan spesimen seluruh tubuh membutuhkan rata-rata 1.500 jam kerja manual. Kulit dikelupas, lemak subkutan dilarutkan, dan struktur otot, saraf, serta pembuluh darah diekspos. Sebelum polimer dikeraskan menggunakan gas atau panas khusus, spesimen sering kali diposisikan ke dalam pose atletis.

Pengangkatan kulit dan jaringan tertentu memungkinkan struktur otot, saraf, dan pembuluh darah diamati dengan jelas.

Di Ruang Pameran

Di luar area pembedahan, aula pameran menampilkan spesimen yang sudah jadi.

Spesimen manusia di Plastinarium berasal dari donor yang secara sukarela memberikan tubuh mereka untuk plastinasi setelah meninggal. Melalui program donasi tubuh Institute for Plastination, penggunaan tersebut dilakukan dengan persetujuan donor untuk tujuan pendidikan anatomi.

Pajangan tersebut menyoroti berbagai aspek tubuh manusia, termasuk jaringan pembuluh darah yang kompleks. Dengan menggunakan proses injeksi polimer khusus, teknisi mengisolasi struktur sistem peredaran darah. Plastinarium memperlihatkan anatomi manusia secara langsung—dari tulang dan otot hingga jaringan pembuluh darah yang biasanya tersembunyi di balik kulit.

Artikel ini adalah publikasi orisinal dari StrangeItinerary.com.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah spesimen manusia di Plastinarium berasal dari tubuh asli?

Ya. Spesimen manusia di Plastinarium berasal dari donor yang secara sukarela menyumbangkan tubuh mereka untuk proses plastinasi.

Jelajahi