Sólheimasandur: Bangkai Pesawat Angkatan Laut di Dataran Pasir Hitam

Dipublikasikan: 20 Agu 2026
Sólheimasandur: Bangkai Pesawat Angkatan Laut di Dataran Pasir Hitam

Jauh di tengah dataran pasir hitam Sólheimasandur terbaring bangkai pesawat Angkatan Laut AS. Namun di balik pemandangannya yang ikonik, perjalanan menuju bangkai pesawat ini menyimpan risiko serius ketika cuaca Islandia memburuk.

Pada tanggal 21 November 1973, sebuah pesawat angkut Douglas C-117D milik Angkatan Laut Amerika Serikat terpaksa melakukan pendaratan darurat di atas hamparan pasir hitam Sólheimasandur. Menurut arsip surat kabar Morgunblaðið, pesawat yang sedang dalam rute dari Höfn menuju Stasiun Udara Angkatan Laut Keflavik itu mengalami kondisi icing parah yang mengganggu kinerja pesawat dan memaksanya melakukan pendaratan darurat. Beruntung, ketujuh awak pesawat selamat dari pendaratan darurat tersebut. Pasca penyelamatan, militer AS melucuti mesin dan peralatan penting pesawat, meninggalkan kerangka utamanya begitu saja.

Banyak artikel perjalanan menyebut pesawat mendarat setelah awak salah memilih tangki bahan bakar, bahkan tanggal kejadian sering ditulis sebagai 24 November 1973. Namun laporan Morgunblaðið yang terbit sehari setelah kejadian mencatat pendaratan darurat berlangsung pada 21 November dan mengaitkannya dengan kondisi icing parah.

Selama puluhan tahun, bangkai pesawat ini hanya diketahui oleh penduduk lokal. Namun, kemunculannya dalam video musik Justin Bieber dan film Bollywood Dilwale pada tahun 2015 membuat bangkai pesawat Sólheimasandur semakin dikenal wisatawan internasional.

Penutupan Akses Kendaraan

Lonjakan wisatawan yang tiba-tiba membawa dampak buruk bagi lingkungan. Banyak kendaraan sewaan yang keluar dari jalur resmi, merusak pasir hitam dan vegetasi yang rapuh. Akibatnya, pada awal tahun 2016, pemilik tanah setempat mengambil keputusan untuk menutup total akses kendaraan bermotor menuju lokasi bangkai pesawat.

Saat ini, pengunjung yang ingin melihat kerangka pesawat harus memarkir kendaraan mereka di area yang disediakan di pinggir Rute 1 dan berjalan kaki. Jarak dari tempat parkir ke lokasi adalah 4 kilometer untuk satu arah, yang berarti total perjalanan pulang pergi sejauh 8 kilometer melintasi dataran pasir yang datar dan sangat terbuka.

Bahaya Cuaca Ekstrem

Meskipun jalurnya terlihat mudah dan datar, tantangan terbesar di Sólheimasandur adalah cuaca. Dataran pasir ini sama sekali tidak memiliki tempat berlindung dari angin pesisir yang kencang, hujan, atau badai salju. Kurangnya patokan visual juga membuat pengunjung mudah kehilangan arah jika cuaca tiba-tiba memburuk.

Risiko ini sangat nyata. Pada Januari 2020, tim penyelamat menemukan jenazah dua turis yang meninggal akibat hipotermia dan paparan cuaca ekstrem saat mencoba melakukan perjalanan ke bangkai pesawat ini. Oleh karena itu, persiapan fisik dan pakaian pelindung cuaca sangat penting, terutama di luar musim panas. Bagi mereka yang tidak ingin berjalan kaki, saat ini telah tersedia layanan bus antar-jemput berbayar dari area parkir menuju lokasi pesawat.

Artikel ini adalah publikasi orisinal dari StrangeItinerary.com.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa kecelakaan pesawat Sólheimasandur begitu terkenal?

Bangkai pesawat ini menjadi terkenal karena lokasinya yang tidak biasa di tengah hamparan pasir hitam Sólheimasandur. Popularitasnya semakin meningkat setelah muncul dalam video musik I'll Show You milik Justin Bieber pada 2015 dan berbagai unggahan perjalanan di media sosial.

Benarkah pilot salah memutar katup tangki bahan bakar?

Tidak, itu adalah mitos yang tersebar luas. Laporan primer dari November 1973 mengonfirmasi bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kondisi pembekuan es parah yang melumpuhkan mesin, bukan kesalahan pilot.

Seberapa jauh jarak jalan kaki ke bangkai pesawat DC-3?

Jarak berjalannya sekitar 4 kilometer (2,5 mil) untuk satu arah dari area parkir di Rute 1, sehingga total perjalanan pulang-pergi adalah 8 kilometer (5 mil) di atas medan datar namun sangat terbuka.

Apakah bangkai pesawat Sólheimasandur benar-benar DC-3?

Bangkai pesawat ini populer disebut “DC-3 wreck”, tetapi pesawat yang mendarat darurat di Sólheimasandur adalah Douglas C-117D, varian yang dikembangkan dari keluarga DC-3.

Jelajahi